Monitoring Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Penyusunan Rencana Usaha HIMASPI di Kabupaten Lombok Timur.

Monitoring Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Penyusunan Rencana Usaha HIMASPI di Kabupaten Lombok Timur.

Tim Climate Change Adaptation (CCA) Konsorsium untuk Studi dan Pengembangan Partisipasi (KONSEPSI NTB) melakukan monitoring di wilayah program di Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur pada hari Minggu, 31 Mei 2020.

 

Dalam kegiatan monitoring ini, perwakilan Tim Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim (POKJA API) Kabupaten Lombok Timur ikut mendampingi dan melaksanakan diskusi di Dusun Serumbung Desa Pemongkong yang merupakan lokasi demplot kedua inovasi rumah prisma garam di komunitas petambak garam dengan dukungan Islamic Relief Worldwide.

 

Salah satu hal yang menjadi perhatian pada  pelaksanaan monitoring program ini adalah terkait sumber penghasilan di segala sektor penghidupan yang terdampak oleh pandemi Covid-19. Oleh karena itu, dibutuhkan rencana usaha Himpunan Masyarakat Siaga Perubahan Iklim (HIMASPI) sebagai langkah antisipatif yang dapat menghasilkan solusi terkait pemenuhan kebutuhan masyarakat dan keberlanjutan kelompok setelah program berakhir.

 

Projek Manajer CCA – Zulfikri, memberikan arahan terkait tantangan yang ditemukan dalam program, rencana komunitas ke depan, dan tentunya penguatan kelembagaan yang menjadi kunci keberhasilan komunitas.

 

Namun, yang masih menjadi pertanyaan dari komunitas petani tadah hujan, petambak garam, dan pembudidaya lobster adalah manajemen pelaksanaan dan teknik pemasaran untuk hasil demplot terutama di garam dan lobster. Tim monitoring telah menyiapkan format rencana usaha beserta panduan cara pengisiannya, sehingga komunitas memiliki gambaran dalam menyusun rencana usaha tersebut. Lebih lanjut, Staf Ahli CCA – Rahmat Sabani, menyatakan bahwa usulan-usulan dari komunitas ini harus diwujudkan dan KONSEPSI NTB siap mengawal kegiatan-kegiatan yang dimaksud dengan advokasi dan kolaborasi dengan pihak terkait, sehingga target program yaitu mendukung masyarakat mendatkan hak-haknya dalam adaptasi perubahan iklim dapat tercapai.

 

Dalam kegiatan ini juga dibahas perlunya kolaborasi antara komunitas dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi dalam upaya mendukung aksi-aksi komunitas.

 

Written by: Jati Resik Danudirja

Berikan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lihat Berita lainnya

Berita Terbaru

Berita Popular

Berlangganan Berita Kami

Dapatkan Update Berita dan Belajar Bersama Kami

Having Computer issues?

Get Free Diagnostic and Estimate From Computer Specialist!